My First Online experience

5 July, 2009

Waktu pertama kali buka internet,hnnn..

seingetku itu waktu aku masih kelas 3 SMP, situs yang pertama kali kubuka adalah google.com pake mozilla firefox, buat apa??ya karena waktu itu aku butuh beasiswa untuk ngelanjutin sekolahku ke SMA. maklum, kan biaya sekolah ga murah.

nah yang waktu itu kudapet adalah situs nya sampoerna dan mandiri, wah lumayan pikirku. bisa sekolah gratis klo aku dapet beasiswa itu.

tapi pas pertama ngenet aku bingung euy, gmn cara ngambil datanya, aku belum ngenal yang namanya Flash disk ato CD-R, klo pake disket datanya ga muat, karena ada form yang harus kudonlot. ya udah deh, akhirnya aku nanya2 sama penjaga warnetnya, minta saran bla bla bla..

untung kakak penjaga warnetnya baik, aku diajarinnya cara-cara ngenet trus form yang kubutuhin diprintkan nya,baiknya, hohoho

ya dari situ aku daftar beasiswa yang kuincer, kirim kelengkapannya pake POS dan nunggu hasilnya, lama juga sampe liat pengumumannya.

ternyata sodara-sodara, aku ga dapet beasiswanya, hiks..hiks..

gapapalah, yang penting dah nyoba,hehehe

btw buat yang ulang tahun, mas detik.com, selamat ya, semoga beritanya makin berkualitas. aku sebenernya pengen tau, kenapa di detik.com ga ada aplikasi sharing news ke facebook lalala..

kan lumayan buat bagi2 berita, dan detik.com juga tambah eksis kan,ok2!!


Mengapa Orang Yahudi Banyak Yang Pintar ?

3 July, 2009

Oleh Chappy Hakim – 5 Februari 2009 – Dibaca 14722 Kali -

Tanpa bermaksud untuk mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.

Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ? Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :

Ternyata, bila seorang Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.

Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).

Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging , hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.

Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu ! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan , maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok , bukan orang Yahudi.

Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan. Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.

Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan. Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas “business and fashion“.

Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir !

Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat.

Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nekotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”.

Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua. Namun kenyataan yang ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar ! Tinggal, pertanyaannya adalah, apakah kepintarannya itu banyak manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup umat manusia secara keseluruhan?

Jakarta 5 Februari 2009

Chappy hakim


TEKNOLOGI TERBARU

16 June, 2009

Sekarang coba kita lihat apa yang orang jepang lakukan

image001

Nah yang kita pikirkan apa !!

image002

ehm…. sebuah pena berkamera ?????

Tapi sebelum kita liat selebihnya, coba kita flasback apa yang sudah kerjakan orang jepang

and so……… kalo gambar yang tadi kita jawabnya PENA DENGAN KAMERA adalah

SALAH !!!!!!http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/crazy.gif

KARENA TUH “PENA” BEKERJANYA SEPERTI INI

image006

image007DAN INILAH HASIL AKHIRNYA

image008

wow kalo jadi, laptop hilanglah sudah

tapi…

CPU nya dmn??

hehehehe


Setting Gammu untuk WEB

16 June, 2009

Perlengkapan yang digunakan

  1. Komputer PC yang menggunakan OS Linux Ubuntu 8.04 Hardy. (Harga = gratis )
  2. Handphone Siemens C55. (Harga = Rp 250.000,-)
  3. Kabel connector C55 to Computer menggunakan USB. (Harga = Rp 50.000,-)
  4. Software gammu_1.18.90-1_i386.deb. (Harga = gratis )

Langkah instalasi software miri seperti instalasi software berekstensi . exe pada Windows XP. Instalasi bisa dilakukan dengan double klik pada software yang akan dieksekusi dan jalankan perintah sesuai permintaan. Cara lain untuk instalasi adalah dengan command line.

sudo dpkg –i gammu_1.18.90-1_i386.deb

Setelah selesai, kita hubungkan handphone dan computer dengan kabel yang sudah ada. Lalu jalankan perintah

gammu

File konfigurasi gammu terletak di direktori /etc yaitu smsdrc dan gammurc, contoh file konfigurasi tersebut dapat di temukan di dalam direktori “docs/examples/config”, karena secara default file konfigurasi tersebut belum ada maka sebaiknya dicopy, jalankan :
# cp ../docs/examples/config/gammurc /etc
# cp ../docs/examples/config/smsdrc /etc

Tinggal kita edit file tersebut (/etc/smsdrc) seperti berikut:

#[gammu]
port = /dev/ttyACM0
#model = C55
connection = at19200
#synchronizetime = yes
#logfile = gammulog
#logformat = textall
#use_locking = yes
#gammuloc = gammu.us
#startinfo = yes

Jika sudah selesai maka kita tinggal ketikkan

gammu –identify

Hasilnya adalah sebagai berikut

Manufacturer : Siemens
Model : C55
Firmware : 06.33 F (28-11-03)
Hardware : 1012
IMEI : 350835608671298
Original IMEI : 350835608671298
Manufactured : 0802
Product code : 0505201
Simlock 1 : MCC+MNC 00101, opened, user , counter 0
Simlock 2 : GID1 0000, opened, factory, counter 0
Simlock 3 : GID2 0000, opened, factory, counter 0
Simlock 4 : MSIN 0000000001, opened, factory, counter 0
MSID : 830d50880846870ebedd126096
MCU checksum : 9C79
DSP ROM : 6

Selesai sudah konfigurasinya, jika ingin mengirim sms tinggal ketik

echo $str | gammu –sendsms TEXT $dest

dimana $str merupakn teks yg mau dikirim, $dest merupakan nomor tujuan kita. Contoh echo tes-tes | gammu –sendsms TEXT 0852436787.



Kerja Praktik: Versatile Silicon

11 June, 2009

Hari 1

Bagi-bagi kerjaa. Aku dapet nya di bagian Processor LEON 3. Basis tu processor pake SPARC v8, wow..

Lumayan, pengerjaannya sih pake VHDL, hahahaha

Semoga bias!!Ganbarimasu..


Prita Mulyasari – suara Pembaca

7 June, 2009

Prita Mulyasari – suaraPembaca

Jangan sampai kejadian saya ini menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandar International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah trombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr I (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera

________________________________________________________

Hati-hati kalo berobat ya..


Golongan Darah menunjukkan sifat??Bisa dipercaya??

5 June, 2009

Di sini aku kasih deskripsi deh gimana sifat orang2 berdasarkan golongan darahnya, tapi cuma yang A, B, AB sama O doang, hehehe..

yang ngerasa darahnya ga ada di list maaf ya, anda bukan spesies kami,wkwkwkw

0x5dzx43d7odcc5ibdld

aku tu golongan darahnya O, tapi kayaknya ga gitu2 banget,hehehe..

kadang-kadang sih pernah kayak gitu juga. udah, yuk kita lanjut ke ilustrasi kedua,

2bw29bo5483sqbd2io

nah kalo yang ini kayaknya bener deh, terbukti dari beberapa temenku yang orangnya kayak gitu banget.beuhhh…

Mengerikan!!

7y4zfi95t739cblqieg4vxx8fwpl97o42bt72t5av91assboj8rqu78pu6iqmm6uyw9hwzovo9srys1sttga98pgly9egokjzkyurjem5h38rqlbxxg

tuh udah liat kan??gimana..gimana..

sesuai dengan kamu sifatnya,hahaha


Makan-makan..

3 June, 2009

tadi barusan makan bareng anak-anak Radiokampus ITB dink, abis ngerjain proyek pemancar. lumayanlah..

tadi abis ngirim via TIKI di deket Annex, kita makan di Waroeng Steak deket situ,hohohoho..

03062009128

hahaha…

kenyang..kenyang..


Tas Kuliah..

24 May, 2009
Tas ini tas kedua yang kubeli dengan duitku sendiri, hmm…
kemaren tuh ak pertama kali beli tas pake duit sendiri pas kelas 2 SMA, harganya Rp 60.000,- waktu itu rasanya berat banget ngeluarinnya. maklum belum bisa nyari duit sendiri..

Nah pas kemaren naik tingkat ke kuliah, pas tahun kedua di Bandung, aku beli tas lagi, itu tuh yang foto di atas. dulunya tuh tas bagus, errrr…lumayanlah buat kuliah
belinya lama jg tuh, keliling2 sampe 3 jam baru dapet yang cocok, cocok model sama harganya. kalo tas yang ini naik derajat dikit kemaren. harganya Rp 130.000,-. padahal mamang yang waktu itu jualnya ngasih harga Rp 190.000,- kalo ga salah, lumayanlah turunnya. belajar dari mama ku tuh nawar2 kayak gitu. Biasa, ibu2 kan jago kalo soal tawar menawar, hahahaha..
udah kodratnya kali..

balik lagi, pas beli tas ini, aku sengaja beli tas laptop. siap2 kalo ntar ak beli laptop ga usah nyari2 tas lag. Ternyata sampe hari ini tasnya masih belum dapet tuh pasangan laptopnya, duitnya belum ada.Hmm..
sekarang liat aja, tu tas udah menganga gede banget. tapi gpp, ak masih bangga pake tas ini, duit sendiri soallnya,hehehe..
HARUS BERTAHAN, ni tas harus tetep bertahan sampe selesai semester ini. ga mau ganti dulu, soalnya masih ada kebutuhan mendesak lain yang harus dipenuhi..
semangat Andri!!

note : blog ini dibuat untuk menyemangati diri sendiri dan orang2 yang tergugah. SEMANGAT!!!


New Song For You

10 May, 2009