pemilu

Dapet payung cantik di Pemilu 2014

Posted on


dulu Bapaknya Megawati pernah bilang, “Jas merah” -Jangan Pernah Melupakan Sejarah. Sudah 3 kali kita milih presiden hanya karena popularitas, contohnya megawati pada jamannya, akhirnya indosat tergadai, sumber gas kita di papua jg tergadai dengan harga murah selama puluhan tahun. Diganti SBY yg populer pada jamannya, sekarang banyak masyarakat yg mencak2 dengan kepemimpinan beliau. Sudah 2 presiden yg terpilih karena populer dan berakhir mengecewakan. Apa mau kita masuk lubang yang sama dengan memilih orang populer lagi di Pemilu kali ini?yup, pasti tau orang yg Saya tuju, yaitu Jokowi. Saya pribadi merasa beliau belum pantas menjadi presiden, mengingat dia pernah janji nya membereskan banjir jakarta dalam setahun, kenyataannya belum bisa. Memang klo masalah banjir Jakarta, secara scientific dan sosial sulit untuk dibereskan dalam setahun. Janji berikutnya adalah tidak akan ngelamar jadi capres di 2014. Namun, lagi2 janji tinggalah janji. Berdasarkan pengamatan Saya, banyak tokoh lain yang lebih capable dari Jokowi, dilihat dari sisi prestasi. Saya bisa sebut nama Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Mahfud MD, dan Jusuf Kalla. Orang2 tersebut sudah terbukti kemampuannya ketika menjabat di pemerintahan, pengecualian untuk Pak Anies, yg sebagian besar waktu nya bergelut di dunia non pemerintah.
Intinya adalah, Saya mengajak teman2 untuk berpikir lebih jernih jika memilih. Kan teknologi  sudah canggih, kita bisa googling riwayat hidup calon2 legislatif dan presiden kita. Jangan cuma milih karena tampangnya cakep atau cantik apalagi populer (artis). Kalo hanya sekedar melihat populer, udah ada tuh ‘prof’ Rhoma Irama dan Farhat Abbas yg populer. Apa rela Indonesia kejebak 5 tahun lagi di lubang yang sama. Kalo kita bisa masuk jebakam yg sama 3 kali. Bisa dapet payung cantik di Pemilu nanti (iklan deterjen)