Modus Penipuan Terorganisir

Posted on Updated on


Jadi ceritanya begini…..
Keponakan saya, ditelepon seseorang yang mengaku dari kepolisian. Dia bilang, HP-nya disuruh dimatikan, karena nomor HP-nya sedang dipantau oleh polisi. Si anak tanya: “Kenapa dipantau?” Jawabnya, karena nomor HP itu dipakai sama bandar narkoba, sedang si bandar narkoba sedang diamati dan mau ditangkap polisi. Mendengar itu, keponakan saya tanpa omong apa-apa lalu mematikan HP-nya….
Beberapa saat kemudian, ibu keponakan saya ditelepon seseorang yang mengaku sedang menolong anaknya, yang kecelakaan di Cicalengka. Dia bilang lukanya amat sangat parah, ini sedang diberi pertolongan darurat dan mau dioperasi di RSU Cicalengka. Dia bilang ke ibunya keponakan saya, dia yang mengangkut dari tempat kecelakaan, tapi sekarang mengamali kesulitan, karena dia dimintai dana untuk operasi mendadak dan darurat, jumlahnya 30 juta. Dia ngasih nomor akun bank dan menunggu transfer, karena mau dibayarkan ke RSU Cicalengka. Begitu katanya….
Si ibu itu, dengan panik berusaha menelpon anaknya. Tetapi HP anaknya ternyata tidak bisa dihubungi. Iapun semakin percaya bahwa anaknya mengalami kecelakaan. Dalam pikiran si ibu, karena kecelakaan, HP anaknya mungkin terjatuh dan rusak. Dalam kondisi panik seperti itu, yang terpikir hanya gimana caranya mengirim dana untuk operasi….
Ibu keponakan saya, karena panik mendengar anaknya celaka, langsung mentransfer 30 jt ke akun itu. Setelah itu, di pergi ke tempat tinggal saya. Maksudnya, mau minta tolong diantar ke Cicalengka untuk menjenguk anaknya. Sesampai di tempat tinggal kita, ibu keponakan saya dengan tergopoh-gopoh minta diantar ke RSU Cicalengka. Kita semua kan bertanya, siapa yang sakit. Dia bilang anaknya celaka, sekarang sedang dioperasi di RSU Cicalengka. Serentak mendengar berita itu, kita semua pada bengong. “Siapa yang celaka?” Ibunya menegaskan, bahwa anaknya yang celaka dan sekarang sedang siap-siap untuk dioperasi di RSU Cicalengka…..
Mendengar cerita si ibu, kita semua lalu teriak memanggil keponakan saya, yang ternyata sedang tertidur di kamar anak saya. Setelah dia keluar dari kamar, ibunya kan menjublak terkesiap. Kaget setengah mati. Terus sambil teriak ibunya bertanya, kenapa tadi waktu ditelepon kok nggak nyahut. Si anaknya baru cerita soal HP-nya yang katanya harus dimatikan….
Mendengar hal itu, jelaslah sudah semuanya. Si ibu sudah tertipu. Beberapa hari kemudian, kita tanya kepada ibunya, ternyata akun yang dipakai untuk menerima uang kirimannya itu sudah ditutup dan isinya sudah habis. Ya sudah…..

Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s