Kecurangan Sales Marketing

Posted on Updated on


Kemarin Saya dan teman-teman jalan-jalan ke G*ant Cikarang buat beli keperluan bulanan dan puasa. Seperti biasa yang ada di mal-mal atau supermarket, Peralatan elektronik dipajang di etalase depan pintu masuk. Yang membuat Saya tertarik adalah ada strategi sales yang dengan sengaja membanding-bandingkan dua produk TV 32 inch yang masih satu level spek. Keduanya dari produsen Korea. Pertama TV buatan Life’s G*od (Merek 1) dan yang kedua dari S*msung (merek 2). Merek 1 harganya Rp 2990rb sedang merek 2 harganya Rp 2890rb, tumben sekali merek 2 lebih murah, hehe

Kedua TV tersebut memutar video yang sama dengan hasil yang menurut Saya sangat jomplang. TV Merek 1 menampilkan gambar yang sangat cerah, kontrasnya bagus, gambarnya detail, dan lebih hidup. Merek 2 sebaliknya, gambarnya kusam, rada gelap, kontras buruk, jelek banget lah. Saya tambah penasaran, karena sejujurnya walaupun si TV merek 2 tidak didesain di Indonesia, tapi Saya sering lihat di kantor dan gambarnya bagus, ga separah seperti di etalase tersebut. Saya coba amati lebih dekat dan lihat ke belakang TV dan ternyata..

jreng..jreng…

si TV merek 1 dan merek 2 ternyata masing-masing punya colokan RCA dan HDMI. Tapiii..

TV merek 1 dicolok ke HDMI dan TV merek 2 dicolok ke RCA, terlalu..sungguh terlalu. Ini adalah pembohongan publik!!

buat temen-temen yang awam dengan istilah elektronik RCA dan HDMI, Saya kasih analogi berikut suapaya lebih mudah dipahami.

Kita ibaratkan TV kedua merek elektronik itu seperti merek mobil mahal, mobil Ferrari permisalan untuk Life’s G*od dan Mobil BMW permisalan untuk S*msung, kedua nya punya spek yang sama, speed yang sama dan harga yang cuma beda 100 ribu. Kita lombakan keduanya. Tapi si Ferrari kita kasih bahan bakar Pertamax plus (HDMI), sedang si BMW kita kasih bensin (RCA). Menurut temen-temen. Kalo dilombakan mana yang menang?Ferrari kan?

Ya iyalah..cara nya ga adil

Tambahan satu lagi, sering sekali Saya amati ketika Saya melihat-lihat produk TV, si Merek 1 pasti bilang “Mas, kalo TV merek 1 panel LCD nya pake hard panel, jadi kalo diketok-ketok bunyinya nyaring. Kalo TV merek 2 pake soft panel, jadi suara ketokannya ga nyaring/teredam”. Saya mau ketawa denger SPG yang seperti ini cara mempromosikan produknya. Kalo seperti ini metodenya tinggal timpali saja, “Saya kesini nyari TV kok mbak, buat ditonton. Kalo nyari barang buat diketok mending Saya beli pintu rumah deh!”

Iklan

4 thoughts on “Kecurangan Sales Marketing

    maruplayground said:
    1 Agustus, 2011 pukul 9:59 am

    Haha, konyol yg teknik SPG yang terakhir. Thx infonya, mesti cermat dalam membeli brarti.

    Sindy said:
    1 Agustus, 2011 pukul 10:29 am

    Ya iyalah. HDMI (digital) vs RCA (analog) bisa disamakan seperti High-Definition vs Standard-Definition.
    Kualitas gambar hasil output HDMI pasti lebih bagus kalo dibandingin sama output analog, merek TV apapun. Output HDMI bisa high-definition, sedangkan output analog cuma standard-definition.

    anggriawan said:
    1 Agustus, 2011 pukul 10:42 am

    mungkin salesnya gak bermaksud curang, tapi memang gak ngerti bedanya RCA & HDMI.. taunya cuma sama-sama buat output.. :p

    Andri Haryono responded:
    1 Agustus, 2011 pukul 12:00 pm

    itu sy share yg nemu di cikarang aja mas anggrie, dapet inpoh dari pak arifin jg, dia pernah nemu yg settingan kontras, kecerahan dll itu yg dimaenin,
    jadi yg 1 dibuat lebih bagus, yg lain di gelep2in

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s