Penipuan lagi

Posted on


Hai kawan-kawan. Ini ada satu lagi cerita penipuan pake hipnotis yang kebetulan hampir terjadi kepada saya kemarin (2 Maret 2010).

Ibu saya kebetulan akan menjual rumah dan memasang iklan baris di koran sabtu lalu. Hari senin ada yang menghubungi Ibu saya mengaku namanya Gunawan dan katanya sudah melihat rumah tersebut dan ingin mengirimkan DP sebesar 10juta. Ibu saya sudah mulai curiga disana karena Pak Gunawan ini ga pake nawar harganya lagi. Akhirnya Ibu saya memutuskan untuk memberikan nomer rekening saya (kebetulan rekening Mandiri) karena di rekening tersebut hanya ada nominal sekitar 120rb-an rupiah.

Esoknya hari selasa (2 Maret 2010) Pak Gunawan menghubungi Ibu saya sore hari dan memberi tahukan bahwa sudah mentransfer sebesar 10jt rupiah dan mohon di cek. Lalu saya cek lewat internet banking, tapi tidak ada reportnya. Kebetulan saya memang belum bisa cek ke atm dan dari pengalaman terkadang ada delay info melalui report internet banking. Malamnya baru saya sempat cek ke ATM mandiri. Dari sore hari ke malam hari itu Pak Gunawan sering sekali mengecek terus ke Ibu saya dan memaksa agar secepatnya saya cek ke ATM.

Setelah saya cek di atm ternyata tidak ada 10jt yang katanya sudah ditransfer itu dan kemudian diinformasikan ke Pak Gunawan. Pak G kemudian menelpon saya dan dia bilang dia mau telepon Mandiri Call 14000 dulu. Tak berapa lama Pak G telepon saya lagi dan dia bilang saya akan disambungkan juga ke Mandiri Call 14000. Disitu saya mulai heran… lha… emangnya 14000 bisa ya three parties begitu?? lalu nyambung nih ke 14000, ada suara mesin bilang “Selamat malam, selamat datang di Mandiri Call”. Sebelum kalimat selanjutnya muncul (yang biasanya berbunyi “tekan 1 untuk bahasa Indonesia”) tiba-tiba langsung muncul suara officer Mandirinya dan Pak G pun memulai percakapan. Kata Pak G “Saya Gunawan, Pak. Yang tadi massalah transfer 10 jt”. Disitu saya mulai curiga lagi… kok bisa ke operator yang sama? Lagi pula harusnya ada tahap2 lainnya yang dilakukan officer Mandiri sampai bisa mulai komunikasi inti exp. nanya nama Ibu kandung, nanya nomer rekening, dll.

Pak G dan officer Mandiri gadungan itu kemudian berbincang2 dulu mengenai masalahnya. Yang saya pelajari mereka melakukan perbincangan yang panik dan menyebabkan situasi teror, dan perbincangan itu saya dengarkan. Tentunya dalam keadaan biasa (alias percaya-percaya saja) oragn yang mendengarkan akan ikut panik. Kemudian officer Mandiri itu menyuruh saya melakukan petunjuk yang akan dia berikan dan dia menekankan harus dilakukan dengan cepat karena waktunya tidak banyak.

Pertama2 dia suruh saya memasukkan kartu atm dan nomer PIN (sambil terus ngomong… tujuannya pasti agar saya tidak sempat berpikir). Lalu dia suruh tekan “informasi saldo” dan membacakan saldo yang tertera. Saldo yang tertera di layar waktu itu hanya 12x.xxx (lupa berapa :p)… tapi karena saya curiga… akhirnya saya tambahkan saldo depannya 5 juta. Saya berbohong dan saya bilang saldonya 5.12x.xxx. Dia bilang kalau begitu nanti jika sudah tertransfer akan jadi 15jt-an ya.

Lalu dia suruh untuk menekan “transaksi lainnya” dan menekan tombol “penerimaan transfer atau transfer”. Instruksi menekan tombol “penerimaan transfer atau tranfer” diulang2 terus dengan tegas. otomatis yang akan ditekan tentunya tombol “transfer”. lalu dia menyuruh untuk memasukkan kode validasi yaitu “1260005699136” dengan cepat. Untuk mereka yang tidak aware, tentu tidak akan sempat melihat informasi di layar bahwa itu adalah layar untuk memasukkan nomer rekening tujuan transfer. Itu karena si petugasnya terus ngomong sehingga si korban tidak sempat berpikir. Untungnya (saya bilang untung, karena memang susah untuk mikir dalam keadaan diteror seperti itu) saya tahu kalau itu layar untuk transfer. Tapi saya masukkan juga nomer rekening (yang katanya nomer validasi itu). Lalu dia suruh lagi untuk memasukkan kode penerimaan transfer yaitu 04997655. Untungnya saya juga disitu masih ngeh kalau itu adalah layar untuk memasukkan saldo yang akan ditransfer. jadi jika saya masukkan kode penerimaan tersebut, tentunya nantinya saya akan mentransferkan 4.997.655 rupiah. Karena ngeh akhirnya di layar tersebut saya masukkan 50.000 saja. Dia lalu bilang tekan tombol “Ya” terus yang cepat sampai 7 kali.

Uang saya memang tertransfer ke rekening tersebut 50ribu rupiah. Tapi saya mendapatkan bukti slip berisi nomer rekening tujuan dan nama pemilik rekening tersebut. Ternyata saya mentransfer ke rekening
1260005699136 an Rizky Yanshah

Dari pengalaman yang saya alami tersebut saya belajar kalau kuncinya si penipu itu adalah penciptaan teror sehingga si korban tidak sempat berpikir. Dan saya yakin kalau misalnya yang ditelepon bukanlah orang yang sering menggunakan dan tau prosedur berbicara ke officer Mandiri Call atau bagaimana cara transfer di ATM, tentu orang tersebut tidak akan curiga dan akan dengan sangat gampangnya menjadi korban.

So teman-teman. .. silahkan sebarkan cerita ini ke teman-teman yang lainnya. Tetap hati-hati dan lindungi orang2 terdekat yang tidak terbiasa dengan teknologi ATM atau layanan CS per telepon.

Berikut saya lampirkan juga slip hasil transferan 50rb saya ke tukang tipu tersebut.

Cheers,

Marina/Jukie

Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s