Telah terpilih rektor Institut Teknologi Bandung 2010-2014:
Prof. Dr. Akhmaloka
dengan perolehan suara pada sidang MWA sebanyak:
Adang Surahman: 5
Akhmaloka: 19
Indra Djati Sidi: 3
Semoga rektor baru kita dapat membuat ITB lebih baik.
Telah terpilih rektor Institut Teknologi Bandung 2010-2014:
Prof. Dr. Akhmaloka
dengan perolehan suara pada sidang MWA sebanyak:
Adang Surahman: 5
Akhmaloka: 19
Indra Djati Sidi: 3
Semoga rektor baru kita dapat membuat ITB lebih baik.
Perlengkapan yang digunakan
Langkah instalasi software miri seperti instalasi software berekstensi . exe pada Windows XP. Instalasi bisa dilakukan dengan double klik pada software yang akan dieksekusi dan jalankan perintah sesuai permintaan. Cara lain untuk instalasi adalah dengan command line.
Hari 1
Bagi-bagi kerjaa. Aku dapet nya di bagian Processor LEON 3. Basis tu processor pake SPARC v8, wow..
Lumayan, pengerjaannya sih pake VHDL, hahahaha
Semoga bias!!Ganbarimasu..
Team Ganesha ANT berhasil meraih penghargaan tertinggi dari Japan Society of Information and Communication, IEICE, pada lomba perancangan chip: LSI-Design Contest 2009. Team Ganesha ANT, yang merupakan mahasiswa STEI ITB: Tyson, Aisar L. Romas, dan R. Siti Intan, berhasil menyisihkan finalis dari universitas ternama di Jepang dan Korea. Team Ganesha ANT mengajukan rancangan prosesor baru yang dapat mengeksekusi proses secara paralel, sehingga memiliki keunggulan dalam kecepatan proses dibanding prosesor yang umum dipakai sekarang. Hasil rancangan mereka berupa prototipe komputer kecil yang dapat menjalankan “Game Hangman”. Para juri sangat terkesan dengan inovasi baru dalam prosesor tersebut, sehingga diharapkan dapat diterapkan di Industri IT dan meningkatkan kinerja perangkat elektronika seperti Komputer, PDA, Smart Phone dan lain sebagainya. Teknologi prosesor biasanya dikuasai oleh industri-industri hi-tech, seperti Intel, Sun Microsystems, dan IBM. Pada lomba yang sama, satu tim lagi, yaitu Team Zoiros, yang juga mahasiswa STEI ITB: Randy Hari Widialaksono, Ahmad Fajar Firdaus, dan Iman Prayudi, juga mendapat penghargaan dari Multinational Company, Xilinx® Award. Dengan rancangan prosesor mereka yang dapat bekerja pada kecepatan mencapai 1 GigaHertz, mereka berhasil menunjukkan keunggulan sistem dari berbagai peserta lainnya. Prototipe komputer mereka juga dapat memperagakan kemampuan prosesor dalam menjalankan “Video Game Sokoban”. Kedua Tim dipersiapkan selama 6 bulan melalui kuliah perancangan chip di STEI ITB, oleh Dr. Trio Adiono. Lomba ini merupakan lomba tahunan bertaraf internasional yang diadakan di kota resort paling terkenal di Jepang, yaitu Okinawa. Para juri pada lomba ini berasal dari akademisi dan perusahaan-perusahaan terkenal di dunia elektronika internasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan negara industri lainnya, khsususnya dalam industri microchip dan IT. Hal ini juga menunjukan kesiapan ITB dalam menuju institusi bertaraf internasional. Lomba ini ditujukan untuk melahirkan pakar-pakar perancang chip di daerah yang terkenal dengan industri elektronikanya, Jepang, Korea, China, Taiwan sampai dengan Singapura, dimana kebutuhan akan keahlian tersebut sangatlah tinggi. Keberangkatan tim juga didukung oleh Cisco Systems Indonesia dan Alumni ITB 75.
teman2,
ini kabar gembira dari ITB,
tolong sebar luaskan kepada milis2 SMU msg2,
ksh tau ade2 kelas tmn2 di SMU msg2,
utk tahun 2009 ini tersedia 100 kursi dari program ini.
oiya, para ketua unit dan ketua himpunan harus tau berita ini, en klo perlu bentuk tim khusus utk penjaringan calon mahasiswa, ntar akan dikoordinasikan dengan TIM BEASISWA KM ITB dan Menteri Advokasi dan Pelayanan Kabinet KM ITB.
btw, secara resmi, leaflet dan formulir pendaftaran akan di-launch ITB pada hari SENIN, 23 Maret 2009, dan akan tersedia di Gedung ANNEX,
hukumnya WAJIB ya nyebarin berita ini.
mohon kerja samanya,
thx.
NB: klo butuh info lbh detail, kontak saya aja.
salam,
Andri Haryono
08997900981
Apa Itu Program “ITB Untuk Semua”?
Program “ITB Untuk Semua” adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orang tua di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat). Uang pendidikan, ongkos tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung akan didanai beasiswa “ITB Untuk Semua” (alokasi dana 100 jt per anak utk lima tahun). Dana akan diperoleh dari alumni ITB, baik perseorangan atau berkelompok (alumni yg sudah bersedia menjadi orang tua asuh adalah Ir. Benny Subianto, Ir. Martiono Hadianto, Ir. Betty Alisjahbana, Ir. Karen Agustiawan, dll). Sekitar 100 bangku kuliah disediakan secara khusus bagi para lulusan SMU angkatan 2009 dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.
Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung. Selama kuliah, para mahasiswa program “ITB Untuk Semua” akan mendapat pembimbing khusus untuk membantu menyelesaikan kendala studi dan mengatasi persoalan personal yang mungkin muncul selama menempuh kuliah di ITB. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti ceramah-ceramah inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi penerapan teknologi tepat guna, dsb. Para lulusan program “ITB Untuk Semua” diharapkan kelak akan menjadi agen perubahan di daerah asal mereka.
Persyaratan
Para calon penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Bidang Studi yang Dapat Dipilih
Fakultas/Sekolah yang dipilih oleh calon penerima beasiswa adalah sbb:
Cara Mendaftar
Kirimkan berkas formulir pendaftaran (pada halaman terakhir leaflet ini, boleh di-fotocopy) dengan dilengkapi dokumen sbb:
Berkas pendaftaran lengkap dimasukkan amplop coklat berukuran besar dan dikirim ke:
Panitia Penerimaan Beasiswa ”ITB Untuk Semua”
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB
Gd. CCAR ITB Lt.4
Jl. Tamansari 64 Bandung
Berkas paling lambat dikirimkan pada 20 April 2009 (cap pos)
Ujian Penerimaan
Panitia seleksi tahap awal program ”ITB Untuk Semua” akan melakukan penilaian berdasarkan berkas yang masuk. Penilaian meliputi:
Dari hasil penilaian tersebut, panitia tahap awal akan memanggil (melalui surat) calon-calon potensial untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) jalur PMBP terpusat dan wawancara di kampus ITB di Bandung. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama ujian akan disediakan oleh ITB. Ujian ini akan berlangsung pada 29 Mei- 31 Mei 2009.
Panitia akan mengumumkan penerima beasiswa (hanya calon potensial, yang diterima yang akan dikirimi surat) pada pertengahan bulan Juni 2009. Penerima beasiswa akan berkumpul kembali di Bandung pada akhir bulan Juni 2009 untuk mengikuti program penyesuaian diri.
Pada bulan Agustus 2009, penerima beasiswa ”ITB Untuk Semua” mulai mengikuti perkuliahan di ITB.
flyernya download
tadi pagi lagi baca koran tempo digital (16 Maret 2009, bagian ilmu & teknologi), terus membaca berita ini, malam sebelumnya lagi iseng-iseng buka website MIT, terus melihat berita yang mirip juga, nih link websitenya http://web.mit.edu/newsoffice/2009/battery-material-0311.html
BATERAI LUAR BIASA
Peneliti MIT menemukan cara agar ponsel dan laptop bisa di-charge cuma dalam hitungan detik dan menit.
CAMBRIDGE — Sudah banyak pabrikan otomotif saat ini yang menyediakan sensasi berkendara mobil listrik. Dari yang hibrida sampai yang tulen bertenaga baterai.
Tesla Motors adalah satu di antaranya. Perusahaan berbasis di San Carlos, California, ini menjual Roadster, Ferrari dari Lembah Silikon, senilai US$ 109 ribu. Harga setara dengan Rp 1,3 miliar itu memang jelas tidak murah, tapi cukup colokin semalaman, mobil yang bisa berakselerasi 0-100 kilometer per jam hanya dalam empat detik itu tak perlu isi bensin lagi sepanjang perjalanan (350 kilometer).
Tapi, tunggu dulu. Ini mungkin bukan soal harga, melainkan kata-kata “colokin semalaman itu. Siapa yang bersedia menunggu selama itu? Terlebih ketika perjalanan lebih jauh dari 350 kilometer dan waktu memburunya. Rasanya lebih baik antre beberapa menit di stasiun pengisian bahan bakar umum.
Tesla Motors menggunakan baterai sel ion-litium standar dalam jeroan Roadster. Seperti yang sudah dimaklumi oleh para pemilik telepon seluler ataupun komputer lipat, proses isi ulang energi baterai jenis ini butuh waktu. Proses itu tentu akan semakin menjadi-jadi ketika yang harus diisi ulang adalah rangkaian sekaligus 6831 baterai jenis itu–seperti yang ada di balik kap mesin Roadster. Waktu tentu akan terasa berat sekali.
Kelemahan inilah yang Gerbrand Ceder dan Byoungwoo Kang dari Massachusetts Institute of Technology berharap bisa diubah: membuat mobil-mobil listrik benar-benar bisa menjadi alat transportasi di jalan raya, bukan sekadar “mainan” berteknologi tinggi yang sangat mahal.
Keduanya meneliti dan mengembangkan baterai sel yang sama yang bisa diisi ulang dalam waktu yang lebih singkat daripada yang Anda butuhkan untuk membaca enam alinea pertama artikel ini. Ya, Ceder dan Kang berhasil menemukan cara biar baterai itu bisa melepaskan dan menghimpun ion-ion litium hanya dalam hitungan detik.
Apa yang lalu dilakukan profesor ilmu dan teknik rekayasa material dan sarjananya itu “cuma” mengenakan selubung kaca tipis berbahan litium fosfat pada permukaan katoda sel baterai. Struktur tambahan yang dikenal sangat baik sebagai konduktor litium itu terbukti membuat proses pelepasan muatan listrik dan pengisian kembali (recharge) si baterai melesat sepuluh detik saja.
Di sana, ion-ion litium di kaki katoda (litium besi fosfat) seakan menemukan jalur ekspres untuk bisa menceburkan diri ke larutan elektrolit dan berhimpun kembali ke anoda–gambaran reaksi kimia ketika baterai diisi ulang. Ekspres karena baterai yang sama, tanpa struktur selubung, butuh waktu sampai enam menit. “Sejauh yang saya tahu, 10 detik itu memang yang tercepat untuk baterai litium,” kata Peter Bruce, kimiawan di University of St Andrews, Inggris, berkomentar.
John Owen, kimiawan lainnya dari University of Southampton, Inggris, menyatakan bahwa material nikel oksida juga bisa secepat itu. Namun, litium, katanya lagi, memiliki kelebihan dengan kerapatan energi yang bisa disimpannya yang jauh lebih besar. Jadi, Owen mengatakan, “Hasil penelitian ini menunjukkan konsep yang sangat menarik dalam sistem (baterai) litium.”
Ceder menambahkan, selubung yang sama juga terbukti membuat material katoda lebih awet. Material ini tidak terdegradasi secepat material baterai sel lainnya sehingga bisa menuntun kepada terobosan baterai-baterai baru yang lebih kecil dan ringan. “Kemampuan pelepasan muatan dan pengisiannya kembali yang bisa dilakukan dalam hitungan detik ini bisa membuka peluang bagi aplikasi teknologi baru dan menginduksi perubahan dalam gaya hidup,” katanya.
Bruce mengilustrasikan peluang itu bukan cuma untuk proses pengisian baterai-baterai telepon genggam dan laptop yang jadi ultracepat–hitungan detik dan menit. Tapi, juga perbaikan tingkat pemulihan energi pada mobil-mobil hibrida yang nantinya cukup mengisi ulang baterai-baterainya ketika sedang berhenti di persimpangan lampu merah.
Begitu pun Roadster, tak perlu menunggu semalaman lagi. “Coba bayangkan Anda mencolokkan listrik mobil, lalu pergi meninggalkannya untuk membeli minuman di toko terdekat. Ketika Anda kembali, mobil sudah siap menempuh perjalanan 300 kilometer lagi,” katanya.
Bagi Anda yang selalu bekerja dengan menggunakan KOMPUTER
Kesalahan dalam penggunaan MOUSE sehari-hari
Akan berakibat pada CARPAL SINDROM!
GUNAKAN MOUSE dengan BAIK dan BENAR!
Pembedahan Pasien dengan CARPAL SINDROM

Senam Tangan untuk Menghindari Carpal Tunnel Syndrome
Dari: Yuamar Imarrazan <uma_kazuma@yahoo.com>
A.I.D.A: A Simple Tool to Improve Your Advertising
If you’ve been involved with sales or marketing for a while you might recognize this acronym.
Attention
Interest
Desire
Action
It’s a time-tested effective way to get greater response from your marketing. Plus it’s easy to use and it doesn’t cost extra!
ATTENTION
The first job of any marketing message is to get the ATTENTION of the prospective customer. Whether you are using print advertising, direct mail, radio, TV or personal networking, your goal is the same. Get their attention so you have an opportunity to deliver your message.
Whatever you use to get your prospective customer to stop and pay attention, it should meet some criteria.
Your headline (or other type of attention-getter) should be:
*Honest
*Relevant to your marketing message
*In good taste (however you define good taste)
*Understandable
Some ways to get people’s attention:
*Ask a question
*Cite a statistic or fact
*Make an offer
*Use a testimonial
*Make a declaration or statement
Examples:
“$9.95 Oil Change”
This is simple and to the point. Easy to understand.
“We Sell Houses Fast”
Again, simple and direct. This will appeal to people who want to sell their house quickly.
“Dr. Smith got rid of my back pain in one visit!”
A testimonial from a satisfied customer is a great way to promote professional services.
“Garage and Basement Overflowing?”
A question like this will resonate with people who have garages or basements that are full (or their spouses!). They read or hear it and will subconsciously answer “yes” making them a good candidate for any business that can help them empty their garage or basement.
Remember – your headline (or other attention-getting device) is not supposed to sell your product or service. The job of your attention-getter is to get people to stop and pay ATTENTION to the rest of your message. So, keep it simple and on point and you’ll have better results.
INTEREST
Now, after getting your reader’s attention, you should follow-up with enough information to encourage people to continue reading.
This part of your ad should either persuade, inform or both.
It should follow logically from your headline. It should expand the idea or message of your headline. It could provide more details or supporting information. Or it could help demonstrate your expertise and therefore build your credibility in the eyes of the reader.
One of the best ways to develop interest from your reader or listener is to tell them what you can do for them. Talk in terms of their needs and how they might benefit from doing business with you.
The most important thing to remember is that at this stage, you need to give them a good reason to continue reading or listening. Make it worth their time.
DESIRE
Once you have your reader’s or listener’s attention and they are interested in your business, then you need to give them a reason to want to contact you. This is the DESIRE stage.
Some ways to generate desire:
-Demonstrate your credibility
-Offer a bonus or incentive
-Lower the buyer’s risk of doing business with you
-Offer a testimonial or case study of results
-Show how your product or service might help them
Think of why your current or past customers have done business with you. What was it that “sealed the deal”, that made them call or stop by? If you’re not sure, ask them!
Give your prospect something to make them want to call you rather than “the other guys”. Think about your strengths as we defined them in Part One of this article (see our March 2004 newsletter).
Your strengths are what enable you to offer something no one else does. By communicating this to potential customers you give them a good reason to do business with you rather than someone else.
ACTION
This is the easiest part. Once you have gotten your reader or listener this far, you need to tell them clearly and simply what the next step is and give them a good reason for taking it. You create a Call to Action.
A common call to action is a time-limited offer. Or you could offer a bonus if they “call today”. The simplest call to action is just “Call 952-555-1212 today”.
If your business uses informational tools such as reports or free classes, then a call to action might be “Call for more information” or “Call to register for a free seminar”.
Some businesses use coupons for their call to action.
TIP: Read advertisements from other businesses and industries to see how they create a call to action. Then adjust it to fit your business.
Summary
Attention – Get the reader or listener to stop and pay attention to your message.
Interest – Give them enough information so they develop an interest in what you can do for them.
Desire – Make an offer they can’t refuse or show them why you’re so good that they wouldn’t think of doing business elsewhere.
Action – Get them to take action now by calling or stopping by.
Final Thoughts
The A.I.D.A. formula is an easy and effective way to add power and impact to your marketing pieces. By using it throughout your advertising you can substantially increase the return on your marketing activities – at no extra cost.
Kevin Stirtz
Coffee News Twin Cities LLC
Copyright 2004 Kevin Stirtz
Beberapa hari ini, lagi sering2 pengen jalan2 muter-muterin ITB, aku ngambil beberapa foto di lingkungan kampus.
ITB di waktu pagi, sangat pagi..
Zona Peralihan antara gedung TVST, Oktagon dan PLN

Gedung TVST ()sebelah kiri

sesudah jumatan, naik ke PAU lantai 8. merenungi omongan khotib sambil memandangi ITB dari ketinggian
Perpustakaan pusat kalo diliat dari lantai 8 PAU


Pas lagi di selasar mau cabut ke Radiokampus, ternyata terjebak di selasar farmasi karena kehujanan, karena ga ada kerjaan yang bisa dilakukan, jadi memfoto2 orang yang masih berkeliaran pas hujan

emang ga keliatan ya ujannya, hahaha..
liat aja yang pake payung kalo gitu mah..
nih pas sore-sore, waktu mau balik, ngeliat pemandangan yang cukup bagus


mau mau balik, sekalian bareng dewi ke gerbang belakang, aku ngeliat pelangi

ni foto-foto yang kuambil setelah Rapat Tim formatur Kokesma, ngambilnya dari deket perpus pusat waktu itu

beginilah gerbang belakang kalo malam
ini salah satu sisi negatif dari penghuni ITB. tau kan lambang ini???

Apa jadinya kalo ada yang melakukan hal yang seperti ini…
padahal yang punya mobil itu dosen lho..


tu mobil yang warna item punya dosen, ga tau dosen mana, letak tu mobil dibelakang gambar mobil yang di atas. Parah banget tu orang. btw ni foto diambil pas hari kuliah biasa, bukan sabtu atau minggu. ada yang dosen Kimia yang ngasih alasan kalo sabtu dan minggu boleh parkir sembarangan dengan alasan yang masih sulit diterima.

Apa pendapatmu tentang pemilik mobil ini??
nih buat teman2, hari sabtu&minggu, 22-23 nov ini, aku ikut “Pelatihan Pribadi Efektif” dari WRMA ITB, nih salah satu selingan menarik yang dikasih pas training..
here we go..
Don't smoke
- Experiment from experts proves that smoking a cigarette after meal is comparable to smoking 10 cigarettes (chances of cancer is higher). Don't eat fruits immediately - Immediately eating fruits after meals will cause stomach to be bloated with air. Therefore take fruit 1-2 hr after meal or 1hr before meal. Don't drink tea - Because tea leaves contain a high content of acid. This substance will cause the Protein content in the food we consume to be hardened thus difficult to digest. Don't loosen your belt - Loosening the belt after a meal will easily cause the intestine to be twisted & blocked. Don't bathe - Bathing will cause the increase of blood flow to the hands, legs & body thus the amount of blood around the stomach will therefore decrease. This will weaken the digestive system in our stomach. Don't walk about - People always say that after a meal walk a hundred steps and you will live till 99. In actual fact this is not true. Walking will cause the digestive system to be unable to absorb the nutrition from the food we intake. Don't sleep immediately - The food we intake will not be able to digest properly. Thus will lead to gastric & infection in our intestine.
> > PLEASE FORWARD IT TO YOUR FRIENDS. LET THEM BE AWARE!!