Mungkin kita terlalu bosan mendengar berita tentang demo kenaikan harga BBM. Unjuk rasa dari mahasiwa yang sering berakhir ricuh, Sopir angkot yang mogok, kenaikan harga barang dan banyak lagi dampak akibat pengumuman kenaikan BBM beberapa hari lalu. Saya tahu kenaikan ini membuat kita semakin sulit menghadapi hidup. Memang pahit rasanya. Saya pun merasakan hal yang sama. Lebih-lebih saya mahasiswa perantau. Sulit karena pengeluaran semakin membengkak tanpa diimbangi kenaikan daya beli masyarakat. Tindakan pemerintah yang membagi-bagikan BLT sangat tidak mendidik, membuat rakyat seolah menjadi peminta-minta. Kenapa harus membuat belasan triliun hanya untuk sesuatu yang dampaknya sekejap mata. Apa tidak ada cara yang lebih baik untuk melindungi rakyat??
Kenapa tidak dibuat sarana transportasi pedesaan..
Kenapa bukannya membangun sarana peningkatan kesehatan masyarakat
Kenapa tidak dibenahi system pendidikan yang sekarang??
Bukankah Pemerintah itu isinya orang-orang pilihan, orang yang pintar..Percuma saja rakyat menggaji mahal para pejabat jika hal itu saja tidak bisa dilakukan..
Saya tau itu memang sulit, tapi pasti selalu ada kemungkinan..
***
Namun, saya juga kecewa dengan tingkah para mahasiswa yang berdemo menuntut dibatalkannya kenaikan BBM. Tindakan mereka anarkis, merusak, berbahaya bahkan bisa sangat meresahkan rakyat,bukannya membantu rakyat. Tidak pantas seorang yang intelek melakukan hal memalukan seperti itu. Kita memang bebas mengeluarkan aspirasi. Tapi jangan sampai merusak.
Buat apa membakar ban bekas??apa artinya??Apa ada maknanya??apa manfaatnya..
Buat apa melempari polisi dengan batu dan Molotov??apa mereka salah menjaga ketertiban??apa mereka yang membuat BBM naik??
Buat apa mengganggu lancarnya lalu lintas??bukankah yang lewat itu rakyat,,katanya mau melindungi rakyat??tapi kenapa mereka malah kau ganggu!!!
Wajar saja polisi bertindak reaktif. Menangkap oknum yang dicurigai provokator..siapa yang tidak marah kalau dilempari seperti itu. Binatang saja membalas jika disakiti. Apalagi polisi yang manusia..
Saya pun akan marah kalau dilempari seperti itu. Kamu pun pasti begitu..
***
Ayolah Indonesia, Negara ini suda cukup tua. Tahun ini adalah 100 tahun kebangkitan bangsa. Kenapa kita masih terbelakang. Apa kita mau mengaku kalah dari Negara lain. Setidaknya tunjukkan semangat nasionalismu. Jangan hanya menggerutu. Mari teman-temanku para mahasiswa kita pikir dulu sejenak.
Subsidi BBM itu kira-kira 270 triliun setahun, tapi 115 triliunnya habis dimakan orang kaya..
Itu setengahnya lho..
Wajarkan kalo BBM naik
Harga BBM dunia sekarang sudah US $127 (kira-kira Rp 1,2 juta/barrel) dari yang dulunya US $ 80. Bukankah wajar kalau harga minyak di Indonesia juga naik??negara lain juga menaikkan harga minyak mereka. Masa’ kita tidak? Bukannya mau ikut-ikutan, tapi logis kan kalau harga minyak naik.
Satu lagi yang saya tahu. Kalau tidak salah, menurut itung-itungannya kalau BBM tidaka dinaikan, Negara bakalan deficit 300 triliun. Trus kalau kita defisit sebanyak itu di akhir tahun ini, tahun depan Negara ini mau ngapain??wong duitnya habis buat nombokin BBM.
Kita harus belajar melihat keadaan, dengan dikuranginya subsidi, kita jadi melihat sesuatu lebih realistis. Kita tidak perlu jadi pengemis yang hidupnya bergantung dari subsidi. Kita lebih bisa menghargai nilai uang.
Wahai pejabat pemimpin bangsa!!
Tolong buatlah kebijakan yang mendidik. Jangan mempermalukan rakyatmu untuk jadi pengemis. Apa kata dunia!!
Buatlah kami jadi lebih produktif.penuhiprogram-programmu waktu kampanye dulu. Masihkah kau ingat dengan janjimu dulu??
Mari kita bekerja bersama, dengan semangat untuk memberi, membangun Negara ini menjadi lebih baik lagi
alt=""