Presiden SBY : Lho Kok Enak?? 27 Maret, 2008
Posted by Andri Haryono in Cerita-cerita.add a comment
Jakarta - Presiden SBY menegaskan kesungguhan pemerintahan untuk menjaga kelestarian hutannya. Namun presiden menolak tekanan negara-negara asing agar Indonesia tidak memanfaatkan potensi ekonomi hutan dengan dalih penyelamatan lingkungan.
Kritik serupa juga ia tujukan pada lembaga-lembaga non pemerintah yang mengkampanyekan penyelamatan lingkungan hidup secara tidak adil. Yaitu tanpa mempertimbangkan realitas kepentingan nafkah rakyat kecil.
Hal ini ia sampaikan dalam pidatonya meresmikan pembukaan Rakernas Departemen Kehutanan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/3/2008).
“Saya tidak setuju kalau ada tekanan ‘Indonesia jangan sentuh hutan Anda. Mengganggu dunia. Mengganggu kami semua’. Lho kok enak?,” gugat SBY.
Dalampandangannya sikap negara-negara asing yang demikian sangat tidak adil. Sebab pada kenyataannya mereka justru terlebih dahulu menghabisi hutan-hutan tanpa mempedulikan dunia demi kepentingan ekonomi sendiri. baru setelah hutan di wilayahnya gundul, mereka meminta negara-negara yang memliiki areal hutan luas untuk menjaganya. Bahkan dilarang keras untuk ‘menyentuhnya’ sama sekali tanpa peduli kebutuhan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
“Kalau itu kita telan mentah-mentah, maka pilihan itu dibayar dengan penderitaan rakyat kita yang masih harus kita tingkatkan kesejahteraannya,” tegas presiden.
Menurutnya pendekatan yang seharusnya dilakukan negara-negara maju pada Indonesia seharusnya lebih berimbang. Sehingga kebutuhan nasional tidak dikorbankan, dan pada saat bersamaan kepentingan dunia pada hutan Indonesia sebagai salah satu
paru-paru bumi juga dapat dipenuhi. Pesan yang betul adalah “Indonesia, Anda punya hutan tropis terbesar ke-2 setelah Brasil, tolong pelihara baik-baik agar selamat bumi kita. Biakkan dengan cara yang baik pula sehingga hutan mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat Anda’. Kalau itu nilainya 100,” papar SBY. (lh/qom)
sumber : www.detik.com
Menurut Saya terlalu keterlaluan jika negara maju menekan Indonesia seperti ini. Memang merupakan keharusan bagi negara kita untuk menjaga hutan demi masa depan dunia. Namun, dalam hal ini, negara maju haruslah mengimbangi tuntutan mereka dengan memberikan kerja sama yang lebih baik. Misalnya, pemangkasan utang luar negeri Indonesia mungkin.
Secara geografis, negara yang pertama kali terkena dampak kerusakan lingkungan (bisa karena pemanasan global atau kerusakan ozon) adalah negara yang berada di daerah subtropis. Karena itulah mereka menuntut hal tersebut. Ini merupakan hal yang wajar bagi suatu pemerintahan untuk melindungi negaranya dari kerusakan lingkungan. Namun, Apakah mereka tidak sadar penyebab utama kerusakan lingkungan sekarang??Semua ini juga akibat negara maju yang memproduksi CO2. apalagi isu pemanasan global selalu ‘disepelekan’ Amerika yang notabenenya sebagai penghasil Karbon dioksida terbesar. Jadi semua ini kan salah mereka juga. Toh buat apa Indonesia mati-matian melindungi hutan jika rakyatnya jadi makin sengsara.
“Kalau rakyat sudah terdesak ekonomi mah ga mikirin gitu2an, biarin aja kita mati bareng2″
Mobil Murah dari India 27 Maret, 2008
Posted by Andri Haryono in Technology.add a comment
Revolusi harga terjadi di mana-mana. Ongkos naik pesawat terbang, yang dulu Rp 1 juta lebih, kini terjun hingga Rp 100.000-an. Lalu laptop yang dulu Rp 18 jutaan kini bisa didapat dengan harga Rp 2 jutaan. Dalam dunia otomotif hal tersebut berjalan lambat sekali. Namun, tak lama lagi akan keluar mobil dengan harga berkisar pada Rp 23 jutaan.
Sponsor mobil murah tersebut adalah Tata, perusahaan otomotif asal India. Semua paham bahwa dalam dunia otomotif, mengurangi pengeluaran produksi, menghemat bahan, dan menyederhanakan desain merupakan hal yang tabu serta jarang disentuh. Semua kendala tersebut seperti diterabas Tata yang mengenalkan produk mobil murahnya, Kamis pekan lalu.
Mobil bermesin belakang tersebut, menurut para analis, harganya sekitar Rp 28 juta. Masih yang paling murah di muka bumi. Namun, masih belum terungkap bagaimana mobil buatan Tata tersebut diproduksi. Tentu, hal tersebut sebuah inovasi besar, bagaimana dengan ongkos perakitan murah, lingkar kemudi dipasang, lampu depan ditaruh, speedometer analog yang kurang akurat dibandingkan dengan digital dipakai, dan sejumlah ornamen dipasang.
Apa pun bentuknya, mobil tersebut merupakan sebuah kemenangan. Bukan dalam arti penemuan besar, melainkan sebuah filosofi mesin baru yang muncul dari sebuah dunia berkembang. Para pakar industri memandang, filosofi tersebut akan mengubah cara pembuatan mobil di berbagai tempat dibuat. Seperti Jepang yang mengenalkan kaban atau “tepat waktu” dan kaizen alias pengembangan berkelanjutan, maka Tata mengekspor ke seluruh dunia apa yang disebut dengan “mesin Gandhi” atau Gandhi engineering.
Sebuah mantra berisi semangat yang memunculkan sikap mental penolakan terhadap segala sesuatu yang berlebih-lebihan. Daryl Rolley, kepala operasional Ariba untuk Amerika Utara dan Asia, seperti dikutip oleh International Herald Tribune, Rabu pekan lalu menyatakan mantra itu secara mendasar akan membuang segala bentuk pemborosan di industri mobil. Ariba merupakan pemasok suku cadang untuk Tata, dan juga BMW dan Toyota.
“Dalam lima sampai 10 tahun ke depan, seluruh industri mobil akan memutar dan berbalik arah,” kata Rolley. Mobil dengan biaya murah bakal memberi dampak global. Manuver Tata yang pernah diumumkan pada 2004 tersebut telah menginspirasi dua rivalnya untuk merancang sendiri mobil murah. Mereka adalah aliansi Prancis-Jepang Renault-Nissan dan joint venture India-Jepang Maruti Suzuki.
Memang, sejauh ini belum digambarkan apakah mobil tersebut dilengkapi teknologi standar keselamatan dan pengurangan emisi gas buang, sehingga dapat melaju di jalan negara-negara Barat. “Mobil Rakyat” demikian sebutan untuk mobil murah selalu dirahasiakan. Itulah yang ada pada Beetle milik Volkswagen dan Model T milik Ford. Dua produsen mobil itu menyimpannya rapat-rapat dan menolak detail bagaimana membuatnya. Mereka pun membuat nota kesepakatan secara hukum dengan para pemasok komponennya untuk tidak membeberkan rahasianya.
Sejumlah orang yang pernah melihat mobil buatan Tata tersebut bisa melukiskan mobil murah tersebut. Bentuknya mini dan kecil dengan empat pintu samping. Di dalamnya terdapat kursi untuk empat penumpang plus pengemudi. Bagian depannya pendek sedangkan belakangnya sedikit besar untuk menaruh mesin. Mobil tersebut nampak didisain untuk mengurangi hambatan angin.
“Itu sebuah mobil mungil yang bagus,” kata A.K. Chaturvedi, wakil presiden untuk pengembangan bisnis Lumax Industries, pemasok di Delhi yang mengembangkan lampu depan dan lampu interior mobil. Ketika dibuat mobil tersebut selalu diawali dengan pertanyaan: apakah komponen-komponen tersebut sungguh dibutuhkan. Misalnya, empat cakram rem. Apakah cukup jika menggunakan tiga saja. Dan seterusnya.
Model yang dikeluarkan pada Kamis pekan lalu itu, seperti dilansir oleh Tata dan pemasoknya, tampak tanpa dilengkapi dengan radio, power steering, power window, serta AC, dan hanya sebuah ada satu wiper untuk kaca depan. Tachometer tak ada, dan cukup dengan speedometer analog. Pembuat mobil rakyat tersebut jelas melakukan pemangkasan gede-gedean.
“Maka saja masih saja dapat melaju pada 65 ataupun 75, bukankah begitu?” kata Ashok Taneja, salah satu pemasok untuk Tata, menggambarkan mobil yang tidak dilengkapi dengan alat pengukur kecepatan berpresisi tinggi. Metode penghematan yang dilakukan itu ternyata memunculkan pertanyaan mengenai implikasi yang besar terhadap aspek keselamatan dan daya tahan mobil.
Untuk menghemat US$ 10 saja, ahli mesin Tata mendisain ulang suspensi untuk mengurangi penggerak lampu jauh dan dekat. Jadi lampu jauh dan dekat, menurut Chaturvedi, sangat tergantung pada beban berat yang mengisi mobil. Disain ulang dilakukan juga terhadap batang kemudi dan rangka mobil. Pada intinya, mobil tersebut dalam jangka panjang juga bakal hemat perawatan tanpa mengorbankan kualitas.
Contohnya, Tata memilih pelek yang sangat kuat sehingga mobil bisa dipacu hingga 70 kilometer per jam lebih. Jika dipacu terlampau berlebihan maka bisa tergerus dan rusak, serta mengurangi umur komponen mobil tersebut, toh tidak mengancam keamanan pengemudi dan penumpang mobil. “Bila saya butuh perak, mengapa harus menanamkan emas,” kata Taneja untuk menyingkirkan segala sesuatu yang tidak diperlukan.
Penghematan signifikan yang dilakukan oleh Tata adalah pada bobot mobil, sehingga cukup memakai mesin yang lebih murah. Harga mesin kurang-lebih hanya US$ 700, dan dibuat oleh perusahaan Bosch asal Jerman. Kapasitas mesin adalah 600 sampai 650 cc dengan tenaga kurang lebih 30 hingga 35 tenaga kuda. Mesin yang cukup bertenaga untuk harga sebesar itu.
Untuk transmisi pun Tata menggunakan transmisi terbaru yang lebih murah dan sederhana. Untuk menghemat dan memangkas alur komunikasi dalam pembelian suku cadang dari para pemasok, Tata mengandalkan pembelian komponen secara lewat internet hingga 30% sampai 40%. Pertanyaan berat bagi Tata adalah mengenai persoalan keselamatan dan batasan emisi gas buang.
Soal itu, Tata memiliki jawaban sendiri. Bahwa negara itu kini tengah menghadapi permintaan mobil yang besar, namun belum mencukupinya. India pun akan selalu menyesuaiakan diri dengan regulasi yang ada pada negara-negara maju. Yang jelas, menurut pejabat Tata, mobil tersebut nantinya akan memenuhi semua norma-norma India.
Soal perubahan norma tersebut tentu akan mempengaruhi harga mobil, pasalnya India juga berubah. Menurut Anumita Roychowdhury dari Pusat Sains dan Lingkungan di New Delhi, kota-kota besar di India pada April 2010 nanti akan memberlakukan Euro IV untuk standar emisi pada kendaraan bermotor. Standar juga ditekankan pada fitur-fitur keselamatan mobil.
Kewajiban seperti airbags, rem anti-penguncian, dan tes bodi terhadap benturan juga akan diterapkan kemudian. Semua perubahan tersebut tentu bakal memberi konsekuensi pada harga mobil murah buatan Tata. Dan harga tersebut akan melambung sedikit tidak seperti perkiraan awal. Misalnya untuk harga laptop murah yang dirancang US$ 100, terbukti di pasar dijual dengan banderol US$ 200.
Apa pun serangan atas kelemahan mobil murah itu, manuver Tata tersebut menantang dunia untuk membuat mobil makin terjangkau kelas menengah ke bawah. Selain itu, kebutuhan akan mobil ber-cc kecil menjadi keharusan di tengah harga minyak yang akan terus melambung. Tata telah memulai apa yang tidak mungkin, menjadi mungkin. Seperti tahun 1980-an ketika Jepang hadir dengan mobil-mobil massal yang lebih murah dan hemat.
sumber :
Melakukan Hitung Mundur Shutdown lewat Command Run 27 Maret, 2008
Posted by Andri Haryono in Technology.add a comment
Windows run adalah fitur pada Windows yang dapat diakses dari Start menu windows, atau dengan shortcut windows-key + ‘R’.
Salah satu dari perintah yang berguna di windows run adalah perintah shutdown. Fungsi perintah ini sebenarnya sama dgn fungsi tombol shutdown pada start menu, yaitu untuk mematikan/merestart komputer. Tetapi terdapat perbedaan shutdown dgn cara ini dan shutdown biasa. Dengan cara ini, kita memiliki pilihan tentang cara menshutdown yang akan kita pakai, yaitu dengan cara menambahkan argumen dibelakang kata2 shutdown, misalnya ketik “shutdown –r” untuk merestart atau “shutdown –f” agar shutdown tidak menanyakan konfirmasi dan langsung menutup semua program yg berjalan saat menshutdown atau “shutdown –t 300” untuk perintah menshutdown komputer 300 detik dari sekarang. Yang unik kita dapat menggabungkan semua option yang ada, misalnya dengan “shutdown –r –t 300” yang artinya restart komputer 300 detik lagi.
Daftar lengkap argumen yang digunakan untuk perintah shutdown adalah sebagai berikut:
Usage: shutdown [-i | -l | -s | -r | -a] [-f] [-m \\computername] [-t xx] [-c "comment"] [-d up:xx:yy]
No args Display this message (same as -?) -i Display GUI interface, must be the first option -l Log off (cannot be used with -m option) -s Shutdown the computer -r Shutdown and restart the computer -a Abort a system shutdown -m \\computername Remote computer to shutdown/restart/abort -t xx Set timeout for shutdown to xx seconds -c “comment” Shutdown comment (maximum of 127 characters) -f Forces running applications to close without warning -d [u][p]:xx:yy The reason code for the shutdown u is the user code p is a planned shutdown code xx is the major reason code (positive integer less than 256) yy is the minor reason code (positive integer less than 65536)
Perintah shutdown ini cukup berguna, terutama argumen “-t (detik)”-nya. Dengan argumen tersebut orang2 yang sering terlupa mematikan komputer, dapat mengeset untuk mematikan komputer untuk beberapa jam kemudian sewaktu mereka masih tidak lupa untuk mematikan. Atau bagi yang terbiasa tidur malam diiringi dengan alunan musik dari musik player yang dipasang dikomputer, tinggal ketik “shutdown –s –t 1800” pada windows run, agar komputer tersebut dapat mati dengan sendirinya, disaat kita sudah terlelap. Lumayankan, jadi bisa hemat listrik sehingga dapat ikut berperan dalam mencegah proses pemanasan global. ^_^.
su mber :
Tangkal Bahaya Radiasi Ponsel 27 Maret, 2008
Posted by Andri Haryono in Technology.add a comment
- Batasi pemakaian ponsel hanya pada panggilan yang penting-penting saja dan bicaralah dengan singkat. Ingatlah bahwa pembicaraan via ponsel yang terlalu lama, apalagi sampai berjam-jam disinyalir mempunyai beberapa dampak buruk terhadap kesehatan. Namun jika Anda memang harus melakukan panggilan yang lama, disarankan untuk memakai handsfree untuk keamanan.
- Anak-anak di bawah umur seharusnya hanya diperbolehkan memakai ponsel dalam keadaan darurat saja. Mengingat mereka masih dalam tahap perkembangan, bahaya radiasi bisa bertambah parah.
- Jika memakai ponsel tanpa handsfree, tunggulah sampai panggilan benar-benar terkoneksi sebelum menaruh ponsel di telinga untuk melakukan pembicaraan.
- Minimalisir pemakaian ponsel di ruang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya di dalam mobil. Dalam ruangan seperti ini, ponsel harus bekerja keras menstabilkan koneksi sehingga radiasi meninggi. Selain itu, ada kemungkinan radiasi memantul kembali ke pengguna di ruangan yang didominasi bahan baja.
- Minimalisir penggunaan ponsel ketika kekuatan sinyal hanya satu bar atau kurang. Dalam kondisi ini, ponsel juga harus bekerja keras untuk menstabilkan koneksi sehingga radiasi bertambah besar.
- Belilah ponsel dengan level SAR (Specific Absorption Rate) yang rendah. Level SAR adalah ukuran kuantitas frekuensi radio yang diserap tubuh manusia. Semakin rendah levelnya, semakin baik untuk meminimalisir radiasi. Anda bisa mendapat informasi mengenai SAR ini di buku panduan atau surfing di internet.