Cerita ini kuambil dari buku “Half Full Half Empty” atau yang Bahasa Indonesianya “Setengah Isi Setengah Kosong”. Penulisnya Parlindungan Marpaung. Buku ini emang inspiratif banget, aku udah baca pas buku ini terbit, tapi baru kupinjem lagi sekarang bukunya buat kuketik ulang cerita2 yang kuanggap paling asyik..Aku sebelumnya mohon maaf karena menyunting sebagian ceritanya untuk dibagi ke temen2ku yang sebenernya juga pengen beli buku ini tapi sayangnya udah ga ketemu lagi di GRamedia atau took buku lain..
Ini Salah satu cerita yang kusuka
HATI YANG MENYAPA
SUATU kali Badrun bertengkar dengan istrinya. Masing-masing tidak mau mengalah. Akibatnya, mereka tidak saling menegur sapa selama beberapa hari lamanya. Suatu hari Badrun bekerja larut malam dan besok harus bangun subuhkarena akan berangkat dinas ke Jakarta naik KA.8459, Parahyangan, pukul 05.00. Semula ia ingin mintatolong istrinya untuk membangunkannya ketika subuh, namun karena gengsi ia menulis di secarik kertas, “Bu, tolong bangunkan saya pukul 03.30, karena harus bersiap-siap dinas ke Jakarta pukul 09.00, naik KA pukul 05.00!” Lalu ia taruh surat itu di atas meja rias istrinya. Di samping itu, Badrun juga mengatur alarm di handphone-nya untuk berbunyi tepat pukul 03.00.
Keesokan harinya, Badrun kesiangansekitar pukul 07.00. Handphone yang sudah diatur bunyi alarmnya ternyata tidak didengarnya. Mungkin karena begitu lelahnya dan tidur yang sangat lelap. Namun, yang membuat ia marah besar dan sangat kesal adalah, istrinya yang tidak membangunkannya sebagaimanayang ia minta dibangunkan pukul 03.00. Rencana dinas ke Jakarta pun batal. Tetapi Badrun kemudian tampak terkejut ketika menemukan secarik kertas berisi tulisan tangan istrinya yang berbunyi :”Pak, bangun! Sudah pukul 03.00. Tuh..handphone-nya bunyi dari tadi!”
***
Hikmah ceritanya tuh masalah komunikasi. Komunikasi merupakan kata kunci dan tindakan penting dalammembentuk, memlihara, dan meningkatkan kualitas hubungan antarmanusia. Banyak hubungan terputus hanya karena kesalahan dalam berkomunikasi. Misalnya aja pasangan yang jarang ketemuan, telepon, bahkan sms-an pun jarang, maka akan muncul rasa curiga di antara mereka. Bilang pasangannya ga pedulilah, udah ga saying atau malah dikira punya selingkuhan lain. Dulu aku juga sering ngelakuin hal seperti itu. Kadang kita males dan lebih tenggelam dalam kesibukan kita tanpa meluangkan sedikitpun waktu buat keluarga dan teman. Lets think about it. Apalah artinya ngeluarin pulsa 100 perak demi menjaga hubungan baik tersebut. Toh kalau kita ada masalah, kita pasti butuh mereka juga. Tapi jangan Cuma mikir karena itu..
alt=""